Membaca Lebih dari Sekadar Kata
Memahami Program Literasi SMK Negeri 6 Purworejo bersama Miss Arum Syuradanti
.png)
Gambar : Miss Arum Syuradanti bersama Tim Mading Divisi Wawancara
Oleh: Tim Mading SMK Negeri 6 Purworejo — Gunawan Tri Setia & Wahyu Pratama Putra Riyadi
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan membaca saja tidak lagi cukup. Siswa perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, memilih, dan menggunakan informasi secara tepat, baik yang hadir dalam bentuk tulisan, gambar, angka, maupun media digital.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, SMK Negeri 6 Purworejo menghadirkan Program Literasi yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII dari semua jurusan. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun kemampuan literasi siswa agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman dan berbagai bentuk informasi yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai program tersebut, Tim Mading SMK Negeri 6 Purworejo berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Miss Arum Syuradanti, guru Bahasa Inggris sekaligus Koordinator Utama Penggerak Program Literasi.
Literasi Bukan Sekadar Membaca Buku
Ketika mendengar kata literasi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan aktivitas membaca buku. Namun, Program Literasi di SMK Negeri 6 Purworejo memiliki cakupan yang lebih luas.
Menurut Miss Arum, Program Literasi merupakan upaya untuk memperkuat kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk, mulai dari gambar, tulisan, angka, informasi cetak, hingga informasi digital.
Dengan demikian, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami informasi yang hadir dalam berbagai bentuk. Program ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk persiapan siswa dalam menghadapi TKA (Tes Kemampuan Akademik).
Mengapa Semua Siswa Wajib Mengikuti Program Literasi?
Program Literasi tidak ditujukan hanya untuk siswa dari jurusan atau jenjang tertentu. Seluruh siswa kelas X, XI, dan XII diwajibkan mengikuti kegiatan ini.
Miss Arum menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan fondasi penting untuk menjalani kehidupan yang berkualitas. Terlebih di era digital, ketika setiap orang berhadapan dengan begitu banyak informasi setiap hari.
Kemampuan mendapatkan informasi harus diimbangi dengan kemampuan untuk memilih dan memilah informasi dengan tepat. Hal tersebut menjadi penting agar siswa tidak menerima begitu saja setiap informasi yang mereka temukan.
“Di era digital seperti sekarang, di mana kita kebanjiran informasi, kita seharusnya mampu memilih dan memilah informasi dengan tepat.”
Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa literasi perlu menjadi bagian dari pembiasaan siswa di lingkungan sekolah.
Mengapa Dilaksanakan pada Jam Pelajaran Terakhir?
Salah satu hal yang mungkin menjadi pertanyaan siswa adalah alasan Program Literasi dilaksanakan pada jam pelajaran terakhir.
Menurut Miss Arum, pelaksanaan kegiatan tersebut mengikuti arahan Kepala Sekolah. Salah satu pertimbangannya adalah agar seluruh siswa SMK Negeri 6 Purworejo dapat pulang sekolah secara serempak.
Dengan demikian, penempatan Program Literasi pada jam terakhir bukan semata-mata persoalan waktu, tetapi juga menjadi bagian dari pengaturan kegiatan sekolah agar dapat berjalan secara terkoordinasi.
Dari Buku, Data, hingga Dunia Digital
Program Literasi SMK Negeri 6 Purworejo berusaha menghadirkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan siswa. Literasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan membaca buku, tetapi juga dengan mengajak siswa memahami informasi grafis, data, angka, dan informasi digital.
Materi yang digunakan pun dapat berkaitan dengan situasi yang mungkin ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh yang telah digunakan antara lain memahami sistem cicilan motor, layanan paylater, membuat konten digital, hingga memahami informasi grafis.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa literasi dapat ditemukan hampir di setiap aspek kehidupan. Kemampuan memahami informasi menjadi penting ketika siswa harus membaca sebuah data, memahami suatu layanan, membuat keputusan, maupun menilai informasi yang mereka temukan di dunia digital.
Guru dan Perpustakaan Bersama Menggerakkan Literasi
Pelaksanaan Program Literasi tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa. Guru dan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan.
Guru yang mengajar pada jam sebelum kegiatan literasi bertugas mengingatkan dan mengarahkan siswa untuk mengikuti kegiatan sesuai arahan petugas perpustakaan. Beberapa guru juga diperbantukan untuk membantu mengondisikan siswa, baik yang mengikuti kegiatan di perpustakaan maupun yang melaksanakan kegiatan di kelas.
Sementara itu, perpustakaan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan kegiatan sekaligus pemeriksaan hasil pekerjaan siswa.
Kolaborasi antara guru, perpustakaan, dan siswa menjadi bagian penting agar Program Literasi tidak hanya berjalan sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menjadi kegiatan pembelajaran yang bermakna.
Ada Jurnal, Ada Proses, Ada Hasil
Untuk memastikan kegiatan literasi tidak berhenti pada aktivitas mengikuti kegiatan, setiap siswa diwajibkan memiliki buku jurnal literasi.
Melalui jurnal tersebut, siswa menuliskan jawaban atau laporan dari kegiatan literasi yang mereka ikuti. Jurnal kemudian dikumpulkan di perpustakaan dan hasil pekerjaan siswa diperiksa oleh petugas perpustakaan.
Keberadaan jurnal memberikan ruang bagi siswa untuk mencatat dan mendokumentasikan proses belajar yang mereka jalani. Dengan demikian, kegiatan literasi memiliki proses dan hasil yang dapat dipantau.
Apa Manfaat yang Diharapkan?
Pada akhirnya, Program Literasi bukan sekadar upaya untuk membuat siswa lebih sering membaca. Lebih dari itu, sekolah berharap siswa mampu menjadi pribadi yang lebih cermat dalam memahami informasi dalam berbagai bentuk.
Kemampuan tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Siswa akan berhadapan dengan berbagai informasi dalam bentuk tulisan, angka, gambar, maupun media digital. Karena itu, kemampuan memahami informasi secara tepat menjadi bekal yang penting.
Literasi diharapkan dapat membantu siswa menjadi pembaca dan pengguna informasi yang lebih kritis, cermat, dan bijak.
Tantangan dalam Pelaksanaan
Menyelenggarakan program yang melibatkan seluruh siswa tentu memiliki tantangan tersendiri.
Salah satu tantangan yang dihadapi tim literasi adalah mengondisikan siswa di beberapa tempat secara bersamaan. Pada waktu yang sama, terdapat lebih dari tiga kelas yang melaksanakan kegiatan literasi sehingga diperlukan koordinasi yang baik antara guru, petugas perpustakaan, dan siswa.
Namun, tantangan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi dan pengembangan agar pelaksanaan Program Literasi dapat berjalan semakin efektif.
Menanti Gebrakan Baru dari Tim Literasi
Program Literasi SMK Negeri 6 Purworejo juga tidak berhenti pada kegiatan yang telah berjalan saat ini.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pengembangan kegiatan seperti bedah buku, lomba menulis, resensi buku, maupun literasi digital, Miss Arum menyampaikan bahwa berbagai kegiatan tersebut sudah masuk dalam perencanaan tim literasi.
Hal ini menjadi kabar baik bagi siswa. Ke depan, kegiatan literasi diharapkan dapat semakin beragam sehingga pengalaman siswa dalam berliterasi tidak monoton dan dapat memberikan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi berbagai kemampuan.
Pesan Miss Arum untuk Seluruh Siswa
Di akhir wawancara, Miss Arum menyampaikan pesan kepada seluruh siswa agar mengikuti Program Literasi dengan serius.
Menurutnya, manfaat program akan lebih terasa apabila siswa benar-benar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Agar siswa tidak merasa bosan, kegiatan literasi juga akan terus divariasikan sehingga lebih menarik dan tetap memberikan manfaat.
“Nantikan gebrakan dari tim literasi ya.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh siswa SMK Negeri 6 Purworejo untuk melihat kegiatan literasi bukan sebagai kewajiban semata, tetapi sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang akan berguna dalam kehidupan mereka.
Literasi untuk Hari Ini, Bekal untuk Masa Depan
Program Literasi SMK Negeri 6 Purworejo pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak halaman yang mampu dibaca seorang siswa.
Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk membangun kemampuan siswa dalam memahami dunia melalui berbagai informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membaca dengan cermat, memahami dengan tepat, serta memilih dan memilah informasi secara bijak merupakan bekal yang akan terus dibutuhkan.
Kemampuan tersebut tidak hanya berguna selama siswa berada di bangku sekolah, tetapi juga dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Karena itu, ketika jam literasi tiba, mungkin pertanyaannya bukan lagi sekadar:
“Hari ini membaca apa?”
Tetapi juga:
“Hari ini, apa yang bisa saya pahami?”
Literasi bukan sekadar membaca kata. Literasi adalah kemampuan untuk memahami makna di balik informasi dan menggunakannya dengan bijak. ????????




