Semangat di Tengah Keterbatasan
SMK Negeri 6 Purworejo Raih Medali Perak LKS Otomotif Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026

By Raden Dini Aprilia 15 Jul 2026, 16:46:55 WIB Prestasi
Semangat di Tengah Keterbatasan

Gambar : Kemenangan Tim otomotif dalam LKS otomotif 2026 di Purwokerto Jawa Tengah


Purworejo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK Negeri 6 Purworejo. Pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 bidang Teknologi Otomotif, SMK Negeri 6 Purworejo berhasil meraih medali perak (Juara II) melalui siswa Program Keahlian Teknik Otomotif, Rifky Al Ghozali. Kompetisi bergengsi yang diikuti peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah tersebut diselenggarakan di Purwokerto selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April 2026, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang di bawah bimbingan Rifky Novianto, S.Pd., selaku Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif sekaligus pembimbing utama LKS. Dalam wawancara yang dilakukan oleh Tata Dinasty Sena dari Tim Majalah Sekolah SMK Negeri 6 Purworejo, Pak Rifky menjelaskan bahwa pemilihan peserta LKS dilakukan melalui beberapa tahapan sehingga sekolah dapat mengirimkan siswa yang benar-benar siap untuk berkompetisi.

"Kompetensi bisa dilatih, tetapi yang pertama harus dimiliki adalah minat. Anak yang memiliki minat akan lebih mudah mengembangkan kemampuannya. Setelah itu kami melihat kecepatan dan ketepatan dalam menguasai kompetensi, kemudian mental. Mental sangat penting karena saat berada di arena lomba peserta harus mampu menguasai situasi dan tidak mudah gugup," jelasnya.

Menurut Pak Rifky, tantangan terbesar dalam membimbing peserta LKS bidang otomotif adalah mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat. Sebagai bidang yang berbasis teknologi, pembelajaran dan latihan harus didukung dengan sarana serta prasarana yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sekolah terkadang harus mengajukan pengadaan maupun meminjam peralatan yang diperlukan agar peserta dapat berlatih sesuai dengan standar kompetisi.

Selain itu, regenerasi peserta juga menjadi perhatian utama. Mengingat LKS merupakan agenda tahunan, siswa-siswa dari kelas bawah mulai dilibatkan dalam proses pembinaan agar memiliki pengalaman sejak dini dan siap menjadi wakil sekolah pada kompetisi berikutnya.

"Semua siswa memiliki potensi. Yang perlu dibangun adalah kemauan. Dengan kemauan yang kuat, kemampuan akan terus berkembang," ungkapnya.

Sementara itu, Rifky Al Ghozali mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih medali perak tidak diperoleh secara instan. Selama masa persiapan, ia harus mengurangi waktu bermain agar dapat lebih fokus mengikuti latihan, namun tetap menjaga waktu istirahat supaya kondisi tubuh tetap prima.

"Saya lebih mengorbankan waktu bermain daripada waktu tidur. Tidur tetap saya utamakan karena tubuh harus tetap fit agar latihan maupun perlombaan dapat dijalani secara maksimal," tuturnya.

Saat berlaga di tingkat provinsi, Rifky mengaku tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana peserta mampu memahami standar penilaian juri.

"Kadang sudut pandang peserta dengan juri berbeda. Ada kalanya pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan standar yang diharapkan juri, bukan berdasarkan cara yang biasa kita lakukan," ujarnya.

Rifky meyakini bahwa keberhasilan yang diraihnya merupakan hasil dari ketekunan, latihan yang sungguh-sungguh, doa, serta restu dari orang tua.

"Yang paling penting adalah tekun, berusaha sungguh-sungguh, selalu berdoa, dan meminta restu kepada orang tua," katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pembimbingnya, Pak Rifky Novianto, rekan-rekan seperjuangan yaitu Tegar, Faldan, dan Wahyu yang selalu memberikan semangat selama proses latihan, serta kedua orang tua yang senantiasa memberikan doa dan dukungan.

Bagi Pak Rifky Novianto, keberhasilan meraih podium tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, pola kompetisi LKS tahun 2026 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan menuntut kompetensi peserta yang benar-benar matang. Di sisi lain, persaingan juga semakin ketat karena diikuti oleh sekolah-sekolah besar dengan fasilitas yang lebih lengkap.

"Alhamdulillah, kami bersyukur SMK Negeri 6 Purworejo bisa naik podium. Berkat dukungan sekolah, semangat, keyakinan, dan ketenangan peserta saat bertanding, kami mampu bersaing bahkan mengungguli beberapa sekolah yang memiliki fasilitas lebih lengkap," ungkapnya.

Sebagai pembimbing, ia mengakui bahwa rasa cemas selalu hadir selama perlombaan berlangsung. Namun, kepercayaan terhadap kemampuan peserta membuatnya tetap optimis hingga pengumuman pemenang.

Pak Rifky juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak di sekolah.

"Saya tidak bisa membangun sistem ini sendirian. Semua unsur di sekolah maupun di jurusan memiliki peran masing-masing. Keberhasilan sebuah tim lahir dari sistem yang saling mendukung dan bekerja bersama," tegasnya.

Menjelang perlombaan, tidak ada persiapan khusus selain latihan yang konsisten dan doa. Pesan yang selalu ia tanamkan kepada peserta adalah agar tetap fokus, tenang, semangat, tidak grogi, dan mengerjakan setiap tugas seperti saat latihan. Menurutnya, mental yang kuat menjadi faktor penentu keberhasilan dalam sebuah kompetisi.

"Kompetensi setinggi apa pun akan sulit menghasilkan prestasi jika tidak didukung mental dan karakter yang baik," tambahnya.

Prestasi yang diraih Rifky Al Ghozali menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, ketekunan, serta kolaborasi seluruh warga sekolah mampu mengantarkan SMK Negeri 6 Purworejo meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan kompetensi, berani berkompetisi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu mengharumkan nama sekolah pada ajang-ajang berikutnya.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment