Tiga Juara Umum, Tiga Kisah Inspiratif
SMK Negeri 6 Purworejo Apresiasi Prestasi Siswa dan Dukungan Orang Tua

By Raden Dini Aprilia 16 Jul 2026, 09:16:08 WIB Prestasi
Tiga Juara Umum, Tiga Kisah Inspiratif

Gambar : Juara umum dari 3 jurusan di SMK Negeri 6 Purworejo angkatan 2025/2026


Purworejo – Prestasi tidak lahir dalam sekejap. Di balik setiap pencapaian, terdapat kerja keras, doa, ketekunan, serta dukungan dari keluarga dan para guru. Semangat itulah yang tercermin dalam sosok tiga Juara Umum Program Keahlian SMK Negeri 6 Purworejo Tahun Ajaran 2025/2026, yaitu Farid Fahreza dari Program Keahlian Teknik Otomotif, Aldhinda dari Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman, serta Siti Nur Aflah dari Program Keahlian Busana.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, SMK Negeri 6 Purworejo memberikan penghargaan kepada para juara umum beserta orang tua mereka. Momen ini menjadi bentuk penghormatan kepada siswa yang telah menunjukkan dedikasi selama menempuh pendidikan sekaligus penghargaan kepada keluarga yang senantiasa memberikan doa dan dukungan.


Farid Fahreza: Tekun Belajar Mengantarkanku Ke Bangku Perguruan Tinggi Negeri
Keberhasilan menjadi Juara Umum Teknik Otomotif semakin lengkap setelah Farid Fahreza dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Program Studi Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Farid mengaku sangat bersyukur dapat mempersembahkan prestasi bagi orang tua dan sekolah.
"Rasanya sangat senang bisa membanggakan orang tua dan SMK Negeri 6 Purworejo," ungkapnya.
Menurut Farid, tantangan terbesar selama belajar adalah ketika menghadapi banyak tugas yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih. Namun, kecintaannya terhadap dunia otomotif membuat semua proses tersebut terasa menyenangkan.
Sejak duduk di kelas X, Farid telah menaruh minat besar pada bidang otomotif. Ia selalu berusaha fokus saat mengikuti pembelajaran di kelas, kemudian kembali mempelajari materi melalui YouTube maupun berbagai media pembelajaran lainnya ketika berada di rumah.
Selain mempersiapkan diri mengikuti SNBT, Farid juga aktif mencari berbagai peluang masa depan dengan mendaftar ke beberapa perguruan tinggi dan memantau informasi lowongan kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) sekolah.
Ibunda Farid mengaku sangat bahagia atas keberhasilan putranya. Baginya, kebiasaan belajar dan kegemaran membaca buku menjadi salah satu modal utama yang mengantarkan Farid meraih prestasi.
"Saya selalu mendukung, mendoakan, dan berharap semoga cita-citanya tercapai," tutur sang ibu.

Aldhinda: Broadcasting Membentuk Percaya Diri dan Membuka Jalan Karier

Juara Umum Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman, Aldhinda, tidak dapat hadir dalam acara penghargaan karena sedang menjalani training kerja di Kota Semarang. Penghargaan diterima oleh sang ibu yang tampak penuh haru dan bangga.

Menurut sang ibu, keberhasilan Aldhinda merupakan anugerah yang patut disyukuri.

"Alhamdulillah, ini rezeki dari Allah, berkat dukungan bapak ibu guru dan teman-temannya," ujarnya.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan putrinya akan meraih penghargaan tersebut. Baginya, yang terpenting selama ini hanyalah membiasakan anak untuk tekun belajar dan percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Salah satu perubahan terbesar yang dirasakan keluarga adalah perkembangan karakter Aldhinda setelah menempuh pendidikan di Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman.

"Dulu anaknya cukup pendiam. Setelah masuk Broadcasting, Alhamdulillah menjadi lebih ceria dan lebih percaya diri. Pengaruhnya sangat positif," ungkap sang ibu.

Sebagai orang tua, ia memilih memberikan kebebasan kepada putrinya untuk menentukan masa depan, baik melanjutkan pendidikan maupun berkarier. Dukungan dan doa menjadi bekal utama yang selalu diberikan.

Ia juga berpesan kepada para orang tua agar tidak memaksakan kehendak kepada anak karena setiap anak memiliki bakat dan impian yang berbeda.

Siti Nur Aflah: Konsistensi Mengantarkan Menjadi Juara Umum Busana

Prestasi membanggakan juga diraih oleh Siti Nur Aflah, Juara Umum Program Keahlian Busana. Sebelumnya, Aflah juga berhasil meraih Juara II Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Bidang Fashion Technology Tingkat Kabupaten Purworejo.

Aflah mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya.

"Saya merasa sangat senang dan bangga menjadi peringkat pertama di Jurusan Busana. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya," katanya.

Selama mengikuti pembelajaran maupun persiapan LKS, tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketika mengerjakan pembuatan jas. Beberapa kali ia mengalami kesalahan dalam proses menjahit sehingga harus mengulang pekerjaannya. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk ketelitian dan ketekunan dalam berkarya.

Dalam belajar, Aflah tidak memiliki metode yang rumit. Ia membiasakan diri mempelajari materi sebelum pelajaran dimulai dan kembali mengulas materi menjelang ujian. Bahkan, ia sering bangun pada pukul tiga hingga empat pagi untuk belajar.

Karya yang paling dibanggakan selama belajar di Jurusan Busana adalah jas dan kebaya hasil rancangannya sendiri. Ke depan, Aflah bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menjadi seorang guru.

Kepada adik-adik kelasnya, ia berpesan agar selalu konsisten dalam belajar.

"Teruslah rajin belajar dan jangan memaksakan diri jika sudah lelah. Kunci dari belajar adalah konsisten," pesannya.

Sang ibu mengaku terharu sekaligus bersyukur atas prestasi yang diraih putrinya. Menurutnya, Aflah dikenal sebagai anak yang rajin membantu orang tua dan selalu memahami kondisi keluarga.

"Saya selalu memberikan doa dan mendukung apa pun cita-cita yang diinginkannya," tutur sang ibu.

Prestasi yang Lahir dari Sinergi Sekolah dan Keluarga
Keberhasilan Farid Fahreza, Aldhinda, dan Siti Nur Aflah menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya dibangun melalui kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga lahir dari ketekunan, disiplin, doa, dukungan keluarga, serta bimbingan para guru.
SMK Negeri 6 Purworejo terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai potensi, karakter, dan minatnya. Setiap jurusan memiliki ruang bagi siswa untuk berprestasi, baik di bidang akademik, kompetensi keahlian, maupun pengembangan karakter.
Semoga kisah inspiratif ketiga juara umum ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik SMK Negeri 6 Purworejo untuk terus belajar, berani bermimpi, dan berusaha memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, serta masyarakat.

Pewawancara:

Tata Dinasty Sena – Wawancara bersama Farid Fahreza beserta ibundanya.

Keysha dan Annisa – Wawancara bersama Siti Nur Aflah beserta ibundanya.

Zuraida Chasna dan Fitra – Wawancara bersama ibunda Aldhinda.

Tim Publikasi SMK Negeri 6 Purworejo

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment