Satu Cerita Sejuta Makna
Dari hobi membaca hingga menjadi juara 1 cerpen tingkat nasional
.png)
Gambar : Wawancara eksklusif tim mading (Zuraida Chasna) bersama Malichatun Nadhiro
SATU CERITA, SEJUTA MAKNA
Malichatun Nadhiro: Dari Hobi Membaca hingga Menjadi Juara 1 Cerpen Tingkat Nasional
“Nggak akan tahu hasilnya kalau belum berani buat memulai.”
Wawancara Eksklusif Mading SMK Negeri 6 Purworejo
Bersama Zuraida Chasna — Tim Mading, Divisi Wawancara
BUKAN SEKADAR MENULIS
Bagaimana jika hobi membaca yang awalnya hanya dilakukan di waktu luang justru membawa seseorang menjadi juara tingkat nasional?
Itulah kisah Malichatun Nadhiro, siswi XII Broadcasting 2 SMK Negeri 6 Purworejo.
Bagi Malichatun, membaca dan menulis bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Dari kebiasaannya membaca berbagai cerita dan novel, termasuk melalui aplikasi seperti Wattpad, perlahan tumbuh keinginan untuk menciptakan ceritanya sendiri.
Ia mulai menyukai membaca sejak kelas 8 SMP. Sementara itu, dunia menulis mulai ia tekuni ketika memasuki SMK.
Ada alasan yang lebih dalam mengapa ia menyukai menulis.
Baginya, tulisan dapat menjadi tempat untuk mengekspresikan diri. Ada hal-hal yang terkadang sulit diceritakan kepada orang lain, tetapi dapat dituangkan melalui sebuah tulisan.
Dari situlah perjalanan seorang penulis muda ini dimulai.
BERANI MENCOBA, TANPA TERLALU BANYAK BERHARAP
Kesempatan untuk mengikuti lomba Cerita Pendek Nasional dalam International Islamic Education (IIE) Fest 2026 datang dari sekolah.
Seorang guru memberikan informasi sekaligus menawarkan Malichatun untuk mengikuti lomba tersebut.
Awalnya, ia tidak berpikir bahwa dirinya akan menjadi juara.
Namun, satu hal yang ia pikirkan adalah kesempatan tersebut belum tentu datang untuk kedua kalinya.
Akhirnya, ia memilih mencoba.
“Yang penting berani ikut dan berusaha semaksimal mungkin.”
Keputusan sederhana itu ternyata menjadi awal dari sebuah pencapaian besar.
Malichatun berhasil meraih Juara 1 Cerita Pendek tingkat Nasional.
CERITA YANG LAHIR DARI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Setiap karya pasti memiliki sesuatu yang ingin disampaikan.
Cerpen Malichatun pun demikian.
Melalui ceritanya, ia ingin mengajak pembaca untuk lebih bijak menggunakan media sosial.
Menurutnya, apa yang kita tulis atau bagikan di media sosial pasti memiliki dampak bagi orang lain. Karena itu, penggunaan media sosial perlu dilakukan dengan lebih bertanggung jawab.
Namun ada satu pesan lain yang tidak kalah penting.
Jangan sampai kesibukan dan keseruan bermain media sosial membuat kita lupa kepada orang-orang terdekat, terutama orang tua.
Pesan sederhana itu menjadi salah satu kekuatan dari karya yang membawanya meraih prestasi nasional.
DI BALIK LAYAR SEBUAH CERITA
Menulis ternyata membutuhkan ruang untuk berpikir.
Malichatun lebih nyaman menulis di tempat yang sepi. Suasana yang tenang membuat imajinasinya lebih mudah berkembang.
Kadang, musik menjadi teman dalam proses menulisnya.
Ketika sebuah ide sudah ditemukan, ia mulai menyusun alur dari awal hingga akhir. Setelah itu, ia mencari judul yang sesuai dan mulai menuangkan semuanya ke dalam tulisan.
Tetapi proses tersebut tidak selalu mudah.
Tantangan terbesar?
Mencari ide.
Ketika ide sudah ditemukan, tantangan berikutnya adalah menyusun alur agar tetap runtut dan enak dibaca.
Saat mengalami kebuntuan, Malichatun tidak memaksakan diri.
Ia memilih berhenti sejenak, mencari suasana yang lebih tenang, bahkan terkadang hanya diam sambil berpikir.
Sampai akhirnya alur cerita kembali terbayang dan ia siap melanjutkan tulisannya.
Mungkin, kreativitas memang tidak selalu muncul ketika kita memaksanya. Kadang, ia hadir ketika kita memberi diri sendiri ruang untuk berhenti sejenak.
ADA KELUARGA DI BALIK SEBUAH PRESTASI
Tidak ada perjalanan yang benar-benar dilakukan sendirian.
Dalam perjalanan mengikuti lomba ini, keluarga menjadi salah satu sumber dukungan terbesar bagi Malichatun, terutama ibunya.
Dukungan juga datang dari guru yang memberikan informasi sekaligus menawarkan kesempatan mengikuti lomba.
Teman-temannya pun turut memberikan semangat.
Bagi Malichatun, dukungan dari orang-orang di sekitarnya membuatnya lebih berani untuk mencoba.
BROADCASTING JUGA MENGAJARINYA BERCERITA
Menariknya, kemampuan Malichatun dalam menulis ternyata juga tidak lepas dari proses belajarnya di jurusan Broadcasting.
Di jurusannya, ia sering mendapatkan tugas membuat naskah, termasuk naskah film.
Dari sana, ia belajar bagaimana menyusun cerita dari awal sampai akhir agar alurnya runtut dan enak dibaca.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia menulis cerpen untuk kompetisi.
Ternyata, pelajaran di kelas bisa menjadi bekal untuk melahirkan karya di luar kelas.
BUKAN HANYA TENTANG JUARA
Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional, Malichatun mengaku senang sekaligus tidak menyangka.
Apalagi, prestasi tersebut diraih melalui karya yang ia tulis sendiri dan berhasil membawa nama SMK Negeri 6 Purworejo ke tingkat nasional.
Namun, ada harapan yang lebih besar dari sekadar sebuah piala atau gelar juara.
Ia ingin pencapaiannya dapat membuat teman-teman di sekolah lebih berani mencoba.
Sebab, menurutnya, kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika belum berani memulai.
PESAN MALICHATUN UNTUK KAMU
Punya bakat menulis tapi masih takut ikut lomba?
Malichatun punya pesan sederhana:
“Jangan takut untuk mencoba.”
Kalau memang memiliki minat di dunia menulis, manfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Jangan terlalu takut gagal.
Jangan merasa tulisan kita belum cukup bagus.
Karena semua kemampuan juga berawal dari proses belajar.
Yang terpenting adalah berani mencoba dan terus mengembangkan kemampuan yang kita miliki.
DARI SEBUAH HOBI, LAHIR SEBUAH PRESTASI
Perjalanan Malichatun mungkin terlihat sederhana.
Berawal dari membaca.
Kemudian mencoba menulis.
Mendapat tawaran mengikuti lomba.
Berani mencoba.
Menghadapi kebuntuan.
Menyelesaikan sebuah cerita.
Dan akhirnya—
JUARA 1 TINGKAT NASIONAL.
Kisah ini mengajarkan satu hal penting:
Kita tidak harus menunggu menjadi hebat untuk mulai berkarya.
Kadang, kita hanya perlu memulai dari sesuatu yang kita sukai.
Sebab siapa tahu, hobi yang hari ini kita anggap sederhana justru menjadi jalan menuju sebuah prestasi besar di masa depan.
Jadi, kamu punya cerita apa yang ingin kamu tuliskan?
MADING EXCLUSIVE
Narasumber:
Malichatun Nadhiro
Siswi XII Broadcasting 2
SMK Negeri 6 Purworejo
Juara 1 Cerita Pendek Tingkat Nasional — IIE Fest 2026
Pewawancara:
Zuraida Chasna
Tim Mading SMK Negeri 6 Purworejo
Divisi Wawancara
Ditulis berdasarkan wawancara eksklusif Tim Mading SMK Negeri 6 Purworejo.

.png)


